Long Live Education, tak ada kata terlambat… Ganbatte!

Archive for the ‘Tau ga sih??’ Category

Sepatah Kata Tentang Ujian

30 Oktober 2013 pukul 14.11

Catatan ini udah pernah saya posting sebelumnya di fesbuk, jadi ini adalah hasil copas dari fesbuk. Biar manfaatnya lebih langgeng makanya saya poeting ulang dimari. 🙂

Bismillah…
Langsung aja ah, kata2 pembuka selalu butuh pemikiran berrrrkali-kali…

UTS ato ujian2 yang laen jangan dianggap sebagai beban
Kalo dipikir2 kebanyakan orang ga akan serius belajar kalo ga ada ujian-illa man rohima robbuk-
Ujian, jadikan ia sebagai batu loncatan, belajar giat sebelum ujian bukan berarti belajar hanya karena nilai kan? 
Jangan terlalu parno dan berburuk sangka, “Si Fulanah belajarnya getol amat ouy kalo sebelum ujian, patut dipertanyakan ih…”
Heyyy… Qul a antum a’lamu amillaah??!

Ujian diciptakan kan sebagai ajang latihan, sampai mana kemampuan dan pemahaman kita
Ujian juga bisa jadi ladang diskusi bareng temen2, biasanya rumpi sana sini sekarang jadi Abu Tammam dan Sibawaih, ajib ga tuh..?

So… Ujian itu menyenangkan (ato setidaknya anggaplah menyenangkan)…
Dan di balik ujian selalu ada hikmah#eciyeee

Kalo udah usaha tapi masih aja hasil ga sempurna?
Teman, ujian kan buat murojaah, bukan cuma buat nile, anggep aja ihdal husnayain, nilai no murojaah oke… 
Lah emang mau diapain lagi? 
Toh masih ada waktu buat memperbaiki, Nihaiy…
Nah, kesalahan sekali jangan terulang lagi…

Jadi.. Ga banget kalo setress n mewek cuma karena salah pilih jawaban
“Ahhh…. Jawabanku salah satu ternyataaaaa… Gimana nih? Nanti aku rosib gimanaaa???!!!”
Hihi… Hello, ada yang punya sumpel telinga ga? 😉

Ini bukan note sindiran yah ceman2… Alhamdulillah semua temen2 -maasyaAllah- tegar sama hasil ujian yang mungkin beberapa hari yang lalu rada ‘ehm’ gitu…

Ini cuma sekedar tuangan perasaan seorang Nemy…
#waduh judule curcol dong

Bukan curcol jugaaaa -_- tapi hanya bentuk motivasi diri.

Aku selalu bilang “Ngomong itu lebih gampang dari kenyataannya”, tapi apa salahnya ngomong sama diri sendiri selama itu bisa membuat kita lebih semangat… Bukankah kita dianjurkan untuk saling menasehati? So menasehati diri sendiri ga papa toh… 😀

#panjanglebarrr

 

Sampingan

Semua Berhak Gagal

unduhan (3)“Gagal”, ada apa dengan kalimat satu ini? Dan kenapa setiap orang dibikin gentar olehnya? Bukankah setiap orang berhak mencicipu kegagalan? Apa salahnya?

Kata “gagal” jangan pernah kita jadikan makanan pokok atau cemilan favorit. Tapi setidaknya anggaplah kegagalan seperti cabe setan, kadang ga sengaja kegigit, kepedesan, cari air, minum, selesai. Itu akan membuat kita lebih hati-hati lagi…

Dan, kegagalan ga pernah menjanjikan ga akan mengganggu orang yang tekun bukan? Tiap orang berhak merasakannya. Dan tiap orang berhak mencari jalan untuk menghindarinya, tapi kalo ternyata masih ketemu juga, ya alhamdulillaah ‘alaa kulli haal…

Sedih karena gagal itu wajar, bertekad menjauhi kegagalan juga harus, karena kita ga boleh jadi orang bermental gagal…

Kegagalan itu bukan gerbang akhir sebuah perjalanan, tapi ia adalah ujian, kerikil kurang lebihnya. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengalahkannya kemudian berlari untuk membuka pintu gerbang akhir, selesai. Menurutku, ga pernah ada kegagalan abadi, yang ada hanya orang-orang yang menyerah sebelum berhasil, padahal mungkin sukses tinggal sejengkal lagi darinya, oh, sayang sekali.

Gagal, kata ini menurut opini aku adalah rasa tidak puas atas pencapaian yang kita raih. Bisa jadi karena ga nyempe target atau ga bergunanya usaha yang udah kita lakukan selama ini. Well, intinya rasa kecewa pada diri sendiri. Dan anehnya banyak kejadian orang yang mengatakan seseorang itu gagal, padahal dia ngerasa biasa aja tuh, karena emang segitulah target yang ia pasang. Atau kebalikannya, seseorang setres dan mengatakan dirinya gagal, padahal menurut orang lain dia udah bagus tuh pencapaiannya, oh, mungkin karena si orang lain itu ga bisa mencapai apapun.

Aku, sebagai seorang pelajar yang ga bisa dibilang berprestasi sering merasakan kegagalan. Dan apa sih yang harus kita lakukan? Apa gunanya berlarut dalam kesedihan atau bahkan jadi down abis-abisan? Apakah semuanya bisa bikin fakta berbalik? Ga, ga ada kisah hidup yang kaya Doraemon.

Sebenernya dengan kegagalan kita bisa membuktikan kepada Allah, diri kita sendiri, dan orang-orang di sekitar kita, seberapa kuat hati yang kita miliki, seberapa banyak cadangan ketegaran yang kita punyai, dan seberapa tekun kita untuk bangkit dan terus berjuang lagi.

Jangan menyerah, atau dengan kata lain, jangan mau digagalkan oleh kegagalan. Sudah culup ia memporak-porandakan kamu saat ini, dan jangan biarkan ia menghalangimu untuk bangkit.

Berjuang, teruslah berjuang dan berusaha, untuk dirimu tentunya, dan untuk orang-orang yang kamu cintai. Move on itu tidak mudah, tidak semudah ketika aku menekan keyboard  dan menuangkan apa yang memenuhi kepalaku, simak curcolanku di postingan yang akan datang yuks, insya Allah 🙂

Sempurnaa,,,

Tanyakan pada dirimu, apa kesempurnaan itu?

Kesempuranaan adalah;

Saat kau membuka mata dan kau dapati dirimu masih berada dalam lingkaran iman

Mensyukuri bahwa bangun dari tidur adalah anugerah (jangan lupa berdoa)

Saat kau menyadari bahwa kawan dan lawan selelalu ada untuk melengkapi manis pahit hidupmu (kayak penyedap rasa, bikin masakan makin maknyuss)

Saat kau berbeda pendapat dengan orang-orang terdekatmu, berunding dengan mereka, dan akhirnya sepakat…

Saat kau menyadari betapa banyak orang-orang yang menyayangimu, merindukanmu, mengharapkan kebaikan selalu menyartaimu

Saat kau menyadari bahwa rasa cinta itu demikan indahnya, tapi begitu berbahayanya, begitu mudahnya, sekaligus begitu sulitnya (cinta itu harus ditempatkan di waktu dan tempat yang tepat, jangan diumbar dan dijual murah)

Saat kau menyadari bahwa betapa kamu menyayangi keluarga dan kerabatmu

Juga saat kau mengetahui bahwa betapa mereka menyayangimu

Dan saat kau bisa saling mengungkapkan rasa sayang dan rindu itu…

Adalah saat hatimu turut bahagia melihat saudaramu bahagia

Tak ada dengki dan iri…

Saat tempat yang biasanya riuh dan ramai oleh suara aktivitas kota, lalu tiba-tiba menjadi sepi… (biasanya saat sholat Jumat ato tengah malem jalanan sepi)

Saat kau sedih kemudian tiba-tiba Allah mengilhamkan kepadamu melalui ayat-ayat-Nya yang mulia…

Saat kau bersimpuh di hadapan-Nya, sambil menangis mengeluh dan mengulang-ulang kalimat “Allah tolong aku, Allah bantu aku…”

Saat bahagiamu adalah menjadi kebahagiaan bagi orang-orang disekitarmu…

Dan kesedihanmu turut membuat mereka sakit…

Saat kau tahu, tak ada manusia yang sempurna, tapi kau katakan “Cukuplah Allah bagiku, semua milik-Nya dan akan kembali kepada-Nya”…

Berapa kali kira-kira anda merasakan monent-moment sempurna ini setiap harinya?  Bersyukurlah kepada Allah…  Alhamdulillah…

Sederhana Saja!

“Terima kasih” dan “Maafkan aku” adalah kalimat-kalimat perubah suasana, dapat mengganti ketegangan menjadi ketenangan dan mangubah kemarahan menjadi keramahan.

Kata-kata itu, kawan, memang tidak mengandung unsur magic, tidak dapat membuat pendengarnya terbang ke khayangan lantaran ge er dan juga tidak akan membuat si pendengar menjadi sombong.

Tapi dua kata itu, sobat, adalah penetralisir. Ya, hanya sekedar kalimat sederhana yang menunjukkan kerendahan hati dan rasa empati.

Gak percaya? Mari kita lihat sekeliling kita, sejenak saja…

Seseorang telah meluangkan sedikit saja waktunya untuk membantumu, lalu katakan padanya “Terima kasih”, lihat, betapa baginya bantuan kecil itu tak ada bandingnya dengan ucapan “Terima kasih”mu.

Dan tebak apa yang akan terjadi bila dua kata itu lupa kau ucapkan.

Bukankah ia telah merubah kemarahan menjadi keramahan?

Percaya kan sekarang?

Belum?

Ayo kita perhatikan lagi…

Kamu membuat kesalahan kecil, kecil loh, mungkin hanya menyentil perasaan kawanmu sedikit saja dan gak sampai mengurangi hak dia. Tuh lihat, wajahnya berubah!! Segera katakan “Maafkan aku”.

Lihat betapa setidaknya ia akan tersenyum, walaupun itu tidak membuktikan apa yang ada dalam hatinya. Tapi, bukankah setidaknya ia telah merubah ketegangan menjadi ketenangan?

Sederhana? Ya, sederhana saja…

Dua kalimat ini adalah adat budaya, yang juga merupakan sebuah seni. Kenapa kubilang seni? Karena tak semua orang bisa melakukannya, atau bahkan tak sempat untuk menyadari betapa pentingnya kalimat-kalimat ini…

Tak sembarang orang mengerti dan menguasai ilmu ini, bahkan orang yang dianugerahi kecerdasan..

Hanya mereka, para seniman…

Seniman kepribadian…

Seniman akhlak…

Semua pengalaman harus diambil nilai moral darinya, bukan sekedar diingat dan diceritakan…

(Smg_13062013_11.20_N3M)

Note: Mendadak Mario Teguh 😛

Sukses Ujian

Buat kita para pelajar dan mahasiswa, kita tentu sering mencari-cari apa sih cara belajar yang paling mudah tapi paling efektif? walhasil kita sering mulai nanya-nanya ke temen-temen juara kelas, searching di internet ato nyari-nyari di buku dan majalah.
Sebenernya belajar itu akan terasa mudah kalo kita udah cinta sama apa yang kita pelajari, tertarik dan selalu ingin tau adalah kunci utamanya. Dan semua tau dong, dimana-mana gak ada yang namanya sukses tanpa usaha, kecuali kamu menggunakan cara curang tentunya, tapi yang akan kita bahas disini adalah cara yang halal-halal aja, hehe…
Nah, ini nih, rahasia sukses ujian, cekidott…
Yang pertama adalah LURUSKAN NIAT, bagaimanapun niat kita emang harus diperbaiki, Jangankan buat yang sedang belajar agama, buat yang belajar ilmu umumpun mesti memperbaiki niat, jangan sampe kita cuma pengen dapet ijasah tanpa pengen ngedapetin ilmu yang udah kita pelajari, sayang dong waktunya habis cuma buat nyari kertas selembar doang, jangan yah, ntar adanya malah negara kita gak maju-maju nih… 🙂

Yang kedua adalah DENGARKAN DENGAN BAIK. Asalkan kita mau mengerahkan konsentrasi dikiiit aja ketika pelajaran sedang berlangsung, akan gampang kita mengingat dan menghafalkannya di luar kelas nanti. Yuk lepasin dulu pikiran-pikiran aneh yang dateng, sekarang saatnya belajar! Asalkan konsentrasi udah ada, pelajaranpun jadi enteng..

Yang ketiga adalah JANGAN MALES. Ini dia yang paling sulit, niat n ngedengerin doang gak cukup guys. harus ada usaha yang laen, mengulang-ulang pelajaran, membuat catatan kecil. Kapan? semuanya harus dimulai sejak awal semester dong, kalo tunggu ujian keburu basi. Waduh, telat nih, aku belon bikin apa-apa sampe sekarang, gak ada kata terlambat, ambil dikit waktu liburmu, gunakan untuk mengejar ketinggalan, ga papa lah kelewatan acara tivi sedikit, gak ikut jalan-jalan sekali-kali, asalkan sukses, namanya juga ikhtiyar 🙂

Ini dulu deh, selamat sukses!

Tentang Surga

1. Pintu Surga
pintu

Firman Allah: “Dan orang-orang yang bertaqwa kepada Rabbnya dibawa ke surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereeka pennjaga-penjaganya; ‘Kesejahteraan dilimpahkan atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya’.” (QS. Azzumar: 73)

Firman Allah: “(yaitu) surga ‘Adn yang mereka msuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dri bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); “salaamun ‘alaikum bimaa shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-ra’d: 23-24)

Diriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad radiyallahu’anhu, dari nabi shalallahu’alaihi wasallam beliau bersabda: “Di dalam surga terdapat delapan pintu, salah satu pintunya disebut Ar-rayyan yang hanya dimasuki oleh orang-orang yang berpuasa.” (HR. Bukhari Muslim)

Diriwayatkan dari ‘Utbah bin Ghazawan radiyallahu’anhu, ia berkata, “Sungguh telah disebutkan kepada kami bahwa antara dua daun pintu surga jaraknya adalah sejauh perjalanan empat puluh tahun. Dan sungguh suatu saat akan didatangi dalam keadaan berdesak-desakan”. (HR. Muslim)

Semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat…

Ternyata, Colombus keduluan Muslimin

Sejarah resmi selama ini mengatakan bahwa Christopher Columbus-lah yang menemukan daratan luas yang kemudian disebut Amerika. Hal ini ternyata tidak benar. Karena 70 tahun sebelum Columbus menjejakkan kaki di amerika, daratan yang disangkanya India, Laksamana Muslim dari China bernama Ceng Ho (Zheng He) telah mendarat di Amerika. Bahkan berabad sebelum Ceng Ho, pelaut-pelaut Muslim dari Spanyol dan Afrika Barat telah membuat kampung-kampung di Amerika dan berasimilasi secara damai dengan penduduk lokal di sana. Penemu Amerika bukanlah Columbus. Penemu Amerika adalah Umat Islam. Mereka menikah dengan penduduk lokal, orang-orang Indian, sehingga menjadi bagian dari local-genius Amerika.

Ada sejumlah literatur yang berangkat dari fakta-fakta empirik bahwa umat Islam sudah hidup di Amerika beberapa abad sebelum Colombus datang. Salah satunya yang paling popular adalah essay Dr. Youssef Mroueh, dari Preparatory Commitee for International Festivals to celebrate the millennium of the Muslims arrival to the Americas, tahun 1996, yang berjudul “Precolumbian Muslims in America”.

Dalam essaynya, Doktor Mroueh menulis, “Sejumlah fakta menunjukkan bahwa Muslimin dari Spanyol dan Afrika Barat tiba di Amerika sekurang-kurangnya lima abad sebelum Columbus. Pada pertengahan abad ke-10, pada waktu pemerintahan Khalifah Umayyah, yaitu Abdurrahman III (929 – 961M), kaum Muslimin yang berasal dari Afrika berlayar ke Barat dari pelabuhan Delbra (Palos) di Spanyol, menembus “samudra yang gelap dan berkabut”. Setelah menghilang beberapa lama, mereka kembali dengan sejumlah harta dari negeri yang “tak dikenal dan aneh”. Ada kaum Muslimin yang tinggal bermukim di negeri baru itu, dan mereka inilah kaum imigram Muslimin gelombang pertama di Amerika.”

Granada, benteng pertahanan terakhir ummat Islam di Eropa jatuh pada tahun 1492. Pada pertengahan abad ke-16 terjadilah pemaksaan besar-besaran secara kejam terhadap orang-orang Yahudi dan Muslimin untuk menganut agama Katholik, yang terkenal dalam sejarah sebagai Spanish Inquisition. Pada masa itu keadaan orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam sangat menyedihkan, karena penganiayaan dari pihak Gereja Katolik Roma yang dilaksanakan oleh inkuisisi tersebut. Ada tiga macam sikap orang-orang Yahudi dan orang-orang Islam dalam menghadapi inkusisi itu:

* Pertama, yang tidak mau beralih agama. Akibatnya mereka disiksa kemudian dieksekusi dengan dibakar atau dipancangkan di kayu salib.

* Kedua, beralih agama menjadi Katholik Roma. Mereka itu diawasi pula apakah memang berganti agama secara serius atau tidak. Kelompok orang Islam yang beralih agama itu disebut kelompok Morisko, sedangkan yang dari agama Yahudi disebut kelompok Marrano.

* Ketiga, melarikan diri atau hijrah menyeberang Laut Atlantik yang dahulunya dinamakan Samudra yang gelap dan berkabut. Inilah kelompok imigran gelombang kedua di negeri baru itu.

Penganiayaan itu mencapai puncaknya semasa Paus Sixtus V (1585-1590). Sekurang-kurangnya ada dua dokumen yang menyangkut inkusisi ini. Yang pertama, Raja Spanyol Carlos V mengeluarkan dekrit pada tahun 1539 melarang penduduk bermigrasi ke Amerika Latin bagi keturunan Muslimin yang dihukum bakar dan dieksekusi di kayu sula itu. Yang kedua dekrit itu diratifikasi pada 1543, dan disertai perintah pengusiran Muslimin keluar dari jajahan Spanyol di seberang laut Atlantik. Ini adalah bukti historis adanya imigran Muslimin gelombang kedua sebelum tahun 1543 (dekrit kedua). Ada banyak literatur yang membuktikan adanya kehadiran Muslimin gelombang pertama ke Amerika jauh sebelum zaman Columbus. Bukti-bukti itu antara lain:

* Abul-Hassan Ali Ibnu Al-Hussain Al-Masudi merupakan seorang pakar sejarah dan geografi yang hidup dari tahun 871-957 M. Dalam karyanya yang berjudul “Muruj adh-dhahab wa maad aljawhar” (Hamparan Emas dan Tambang Permata), Abu Hassan menulis bahwa pada waktu pemerintahan Khalifah Abdullah Ibn Muhammad (888-912), penjelajah Muslim Khasykhasy Ibn Sa’ied Ibn Aswad dari Cordova-Spanyol, telah berlayar dari Delba (Palos) pada 889, menyeberang Samudra yang gelap dan berkabut dan mencapai sebuah negeri yang asing (al-ardh majhul) dan kembali dengan harta yang mentakjubkan. Pada peta Al-Masudi terbentang luas negeri yang disebutnya dengan al-ardh majhul. [Al-Masudi: Muruj Adh-Dhahab, Vol. 1, P. 1385]
* Loe Weiner, pakar sejarah dari Harvard University, dalam bukunya “Africa and the Discovery of America” (1920) menulis bahwa Columbus telah mengetahui kehadiran orang-orang Islam yang tersebar seluas Karibia, Amerika Tengah dan Utara, termasuk Canada. Mereka berdagang dan telah melakukan asimilasi perkawinan dengan orang-orang Indian dari suku Iroquois dan Algonquin.
* Geografer dan pembuat peta bernama Al-Syarif Al-Idrisi (1099- 1166) menulis dalam bukunya yang terkenal Nuzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaaq (Ekskursi dari yang Rindu Mengarungi Ufuq) bahwa sekelompok pelaut dari Afrika Utara berlayar mengarungi Samudra yang gelap dan berkabut dari Lisbon (Portugal) dengan maksud mendapatkan apa yang ada di balik samudra itu, betapa luasnya dan di mana batasnya. Mereka menemukan pulau yang penghuninya bercocok tanam dan telah mempergunakan bahasa Arab.
* Columbus dan para penjelajah Spanyol serta Portugis mampu melayari menyeberang Samudra Atlantik dalam jarak sekitar 2400 km, adalah karena bantuan informasi geografis dan navigasi dari peta yang dibuat oleh pedagang-pedagang Muslimin, termasuk informasi dari buku tulisan Abul Hassan Al-Masudi yang berjudul Akhbar az-Zaman. Tidak banyak diketahui orang, bahwa Columbus dibantu oleh dua orang nakhoda Muslim pada waktu ekspedisi pertamanya menyeberang transatlantik. Kedua kapten Muslim itu adalah dua bersaudara Martin Alonso Pinzon yang menakodai kapal Pinta, dan Vicente Yanez Pinzon yang menakodai kapal Nina. Keduanya adalah hartawan yang mahir dalam seluk-beluk perkapalan, membantu Columbus dalam organisasi ekspedisi itu, dan mempersiapkan perlengkapan kapal bendera Santa Maria. Bersaudara Pinzon ini masih memiliki ikatan kekeluargaan dengan Abuzayan Muhammad III (1362-66), Sultan Maroko dari dinasti Marinid (1196-1465). (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950).
* Para antropologis telah menemukan prasasti dalam bahasa Arab di lembah Mississipi dan Arizona. Dari prasasti itu diperoleh keterangan bahwa imigran itu membawa juga gajah dari Afrika. (Winters, Clyde Ahmad: Islam in Early North and South America, Al-Ittihad, July 1977, p.60)


* Columbus menulis bahwa pada hari Senin, 21 Oktober 1492, sementara ia berlayar dekat Gibara pada bagian tenggara pantai Cuba, Columbus menyaksikan masjid di atas puncak bukit yang indah. Reruntuhan beberapa masjid dan menaranya serta tulisan ayat Al Quran telah didapatkan di berbagai tempat seperti Cuba, Mexico, Texas, dan Nevada. (Thacher, John Boyd: Christopher Columbus, New York 1950)
* Dr. Barry Fell dari Harvard University menulis bahwa fakta-fakta ilmiah telah menunjukkan bahwa berabad-abad sebelum Columbus, telah bermukim kaum Muslimin di Benua Baru dari Afrika Utara dan Barat. Dr. Fell mendapatkan adanya sekolah-sekolah Islam di Valley of Fire, Allan Springs, Logomarsino, Keyhole, Canyon, Washoe, dan Hickison Summit Pass (Nevada), Mesa Verde (Colorado), Mimbres Valley (New Mexico) dan Tipper Canoe (Indiana) dalam tahun-tahun 700-800. (FellL, Barry: Saga America, New York, 1980] dan GYR,DONALD: Exploring Rock Art, Santa Barbara, 1989).

Jejak Peninggalan Muslim Amerika

Di sekujur benua Amerika kita akan bisa mendapatkan jejak-jejak umat Islam gelombang pertama dan kedua, jauh sebelum kedatangan Columbus. Lihat peta Amerika hari ini buatan Rand McNally dan cermati nama-nama tempat yang ada di Amerika. Di tengah kota Los Angeles terdapat nama kawasan Alhambra, juga nama-nama teluk El Morro dan Alamitos, serta nama-nama tempat seperti Andalusia, Attilla, Alla, Aladdin, Albany, Alcazar, Alameda, Alomar, Almansor, Almar, Alva, Amber, Azure, dan La Habra.

Di bagian tengah Amerika, dari selatan hingga Illinois terdapat nama-nama kota Albany, Andalusia, Attalla, Lebanon, dan Tullahoma. Di negara bagian Washington misalnya, terdapat kota Salem. Lalu di Karibia (ini jelas kata Arab) dan Amerika Tengah misalnya ada nama Jamaika, Pulau Cuba (berasal dari kata Quba?) dengan ibukotanya La Habana (Havana), serta pulau-pulau Grenada, Barbados, Bahama, dan Nassau.

Di Amerika Selatan terdapat nama kota-kota Cordoba (di Argentina), Alcantara (di Brazil), Bahia (di Brazil dan Argentina). Nama-nama pegunungan Appalachian (Apala-che) di pantai timur dan pegunungan Absarooka di pantai barat. Kota besar di Ohio pada muara sungai Wabash yang panjang dan meliuk-liuk bernama Toledo, satu nama universitas Islam ketika Islam masih berjaya di Andalusia, Spanyol.

Menurut Dr. Youssef Mroueh, sekarang saja terdapat tidak kurang dari 565 nama tempat di Amerika Utara, baik di negara bagian, kota, sungai, gunung, danau, dan desa yang diambil dari nama Islam ataupun nama dengan akar kata bahasa Arab. Sebanyak 484 di Amerika Serikat dan 81 di Canada. Ini merupakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Islam telah ada di sana sebelum Columbus mendarat. Dr. A. Zahoor bahkan menegaskan bahwa nama negara bagian seperti Alabama, sebenarnya berasal dari kata Allah-bamya, dan juga nama negara Arkansas berasal dari kata Arkan-Sah, serta Tennesse dari kata Tanasuh.

Dr. Mroueh juga menuliskan beberapa nama yang dicatatnya malah merupakan nama kota suci kita seperti Mecca di Indiana, Medina di Idaho, Medina di New York, Medina dan Hazen di North Dakota, Medina di Ohio, Medina di Tennessee, Medina di Texas yang paling besar dengan penduduk 26,000, Medina di Ontario Canada, kota Mahomet di Illinois, Mona di Utah, dan Arva di Ontario Canada.

Ketika Columbus mendarat di kepulauan Bahama pada 12 Oktober 1492, pulau itu sudah dinamai Guanahani oleh penduduknya. Kata ini berasal dari bahasa Mandika yang merupakan turunan dari bahasa Arab. Dilaporkan oleh Columbus bahwa penduduk asli di sini bersahabat dan suka menolong. Guana, yang hingga hari ini masih banyak dipakai sebagai nama di kawasan Amerika Tengah, Selatan dan Utara, berasal dari kata Ikhwana yang berarti ’saudara’ dalam bahasa Arab.

Guanahani berarti tempat keluarga Hani bersaudara. Namun Columbus dengan seenaknya menamakan tempat ini sebagai San Salvador dan merampas kepemilikan pulau itu atas nama kerajaan Spanyol. Columbus dalam catatannya menuliskan bahwa pada 21 Oktober 1492 dia melihat rerunruthan masjid dan menaranya lengkap dengan tulisan ayat-ayat Al Qur’an telah ditemukan selain di Cuba, juga di Mexico, Texas, dan Nevada.

Perlayaran melintasi Lautan Atlantik dari Maroko dicatat juga oleh penjelajah laut Shaikh Zayn-eddin Ali bin Fadhel Al-Mazandarani. Kapalnya berangkat dari Tarfay di Maroko pada zaman Sultan Abu-Yacoub Sidi Youssef (1286 – 1307), penguasa keenam dalam dinasti Marinid. Kapalnya mendarat di pulau Green di Laut Karibia pada tahun 1291. Menurut Dr. Mroeh, catatan perjalanan ini banyak dijadikan referensi oleh ilmuwan Islam.

Sultan-sultan dari kerajaan Mali di Afrika barat yang beribukota di Timbuktu, ternyata juga melakukan perjalanan sendiri hingga ke benua Amerika. Sejarawan Chihab Addin Abul-Abbas Ahmad bin Fadhl Al Umari (1300 – 1384) mencatat berbagai ekpedisi ini dengan cermat. Timbuktu yang kini dilupakan orang, dahulunya merupakan pusat peradaban, perpustakaan dan keilmuan yang maju di Afrika. Ekpedisi perjalanan darat dan laut banyak dilakukan orang menuju Timbuktu atau berawal dari Timbuktu. Sultan yang tercatat melanglang buana hingga ke benua baru saat itu adalah Sultan Abu Bakari I (1285 – 1312), saudara dari Sultan Mansa Kankan Musa (1312 – 1337), yang telah melakukan dua kali ekspedisi melintas Lautan Atlantik hingga ke Amerika dan bahkan menyusuri sungai Mississippi.

Sultan Abu Bakari I melakukan eksplorasi di Amerika tengah dan utara dengan menyusuri sungai Mississippi antara tahun 1309-1312. Para eksplorer ini berbahasa Arab. Dua abad kemudian, penemuan benua Amerika diabadikan dalam peta berwarna Piri Re’isi yang dibuat tahun 1513, dan dipersembahkan kepada raja Ottoman Sultan Selim I (1517). Peta ini menunjukkan belahan bumi bagian barat, Amerika selatan dan bahkan benua Antartika, dengan penggambaran pesisiran Brasil secara akurat.

Indian dan Umat Islam

Beberapa nama-nama suku Indian dan kepala sukunya juga berasal dari akar kata bahasa Arab, seperti: Anasazi, Apache, Arawak, Cherokee (Shar-kee), Arikana, Chavin Cree, Makkah, Hohokam, Hupa, Hopi, Mahigan, Mohawk, Nazca, Zulu, dan Zuni. Kepala suku Indian Cherokee yang terkenal, Sequoyah yang nama aslinya Sikwoya, merupakan ketua suku yang sangat terkenal karena beliau menciptakan sillabel huruf-huruf (Cherokee Syllabary) bagi orang Indian pada tahun 1821. Namanya diabadikan sebagai nama pohon Redwood yang tertinggi di California, sekarang dapat disaksikan di taman hutan lindung di utara San Francisco.

sequoyah2Berlainan dengan gambaran stereotip tentang suku Indian yang selalu mengenakan bulu-bulu burung warna-warni di kepalanya, seperti yang banyak digambarkan para seniman Barat selama ini, Sequoyah (lihat gambar) selalu mengenakan sorban. Dia tidak sendirian, masih banyak ketua suku Indian yang mengenakan tutup kepala gaya orang Islam. Mereka adalah Chippewa, Creek, Iowa, Kansas, Miami, Potawatomi, Sauk, Fox, Seminole, Shawnee, Sioux, Winnebago, dan Yuchi. Bahkan sebagian dari mereka mengenakan penutup kepala yang khas Arab seperti ditunjukkan pada foto-foto tahun 1835 dan 1870

Orang-orang Indian Amerika juga memegang nilai ketuhanan dengan mempercayai adanya Tuhan yang menguasai seluruh alam semesta ini, dan Tuhan tersebut tidak teraba oleh panca indera. Mereka juga meyakini bahwa tugas utama manusia diciptakan oleh Tuhan adalah untuk memuja dan menyembahnya. Seperti penuturan seorang kepala suku Ohiyesa: ”In the life of the Indian, there was only inevitable duty -the duty of prayer- the daily recognition of the Unseen and the Eternal”. Di dalam Al Qur’an, kita diberitahukan bahwa tujuan penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata demi untuk beribadah kepada Allah SWT.

Ahli sejarah seni Jerman, Alexander Von Wuthenau, dalam buku klasiknya “Unexpected Faces in Ancient America” (1975); serta Ivan Van Sertima dengan buku “They Came Before Columbus” (1976) dan juga mengedit buku “African Presence In Early America” di mana intelektual Perancis abad ke-19 Brasseur de Bourboug di situ mengungkapkan keberadaan orang-orang Islam di Amerika tengah, yang juga didukung essei dari P.V. Ramos dalam buku yang sama tentang keberadaan ‘Mohemmedans’ di Karibia (Carib) yang dijumpai Columbus. Beberapa literature lainnya yang bisa ditelusuri tentang hal yang sama antara lain dari ahli arkeologi dan linguis Howard Barraclough (Barry) Fell berjudul “Saga America” (1980); Colin Taylor (editor) “The Native Americans” (1991); dan orientalis Inggris De Lacy O’Leary yang menulis “Arabic Thought and It’s Place In Western History” (1992).

Salah satu buku yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia karya Gavin Menzies, seorang bekas pelaut yang menerbitkan hasil penelusurannya, menemukan adanya peta empat buah pulau di Karibia yang dibuat pada tahun 1424 dan ditandatangani oleh Zuane Pissigano, kartografer dari Venesia. Peta ini berarti dibuat 68 tahun sebelum Columbus mendarat di Amerika. Dua pulau pada peta ini kemudian diidentifikasi sebagai Puerto Rico dan Guadalupe. Menzies juga mengemukakan bahwa Laksamana Zheng He (Ceng Ho), seorang Lkasamana Cina Muslim, telah mendarat di Amerika pada tahun 1421, 71 tahun lebih awal ketimbang Columbus. Lima abad sebelumnya, Khaskhas Ibn Saeed Ibn Aswad pun telah menjejakkan kaki di Amerika. Jelas, penemu Amerika sama sekali bukan Colombus, tetapi para pionir pelayaran dunia, yakni pelaut-pelaut Islam yang ulung.

http://stiepertiwi.kabarku.com/Kisah2-Dalam-Islam/Sejarah-Islam-di-Amerika-Tentang-Suku-Indian-Muslim-Sebelum-Columbus-23458.html