Long Live Education, tak ada kata terlambat… Ganbatte!

Posts tagged ‘Berusaha’

Sepatah Kata Tentang Ujian

30 Oktober 2013 pukul 14.11

Catatan ini udah pernah saya posting sebelumnya di fesbuk, jadi ini adalah hasil copas dari fesbuk. Biar manfaatnya lebih langgeng makanya saya poeting ulang dimari. 🙂

Bismillah…
Langsung aja ah, kata2 pembuka selalu butuh pemikiran berrrrkali-kali…

UTS ato ujian2 yang laen jangan dianggap sebagai beban
Kalo dipikir2 kebanyakan orang ga akan serius belajar kalo ga ada ujian-illa man rohima robbuk-
Ujian, jadikan ia sebagai batu loncatan, belajar giat sebelum ujian bukan berarti belajar hanya karena nilai kan? 
Jangan terlalu parno dan berburuk sangka, “Si Fulanah belajarnya getol amat ouy kalo sebelum ujian, patut dipertanyakan ih…”
Heyyy… Qul a antum a’lamu amillaah??!

Ujian diciptakan kan sebagai ajang latihan, sampai mana kemampuan dan pemahaman kita
Ujian juga bisa jadi ladang diskusi bareng temen2, biasanya rumpi sana sini sekarang jadi Abu Tammam dan Sibawaih, ajib ga tuh..?

So… Ujian itu menyenangkan (ato setidaknya anggaplah menyenangkan)…
Dan di balik ujian selalu ada hikmah#eciyeee

Kalo udah usaha tapi masih aja hasil ga sempurna?
Teman, ujian kan buat murojaah, bukan cuma buat nile, anggep aja ihdal husnayain, nilai no murojaah oke… 
Lah emang mau diapain lagi? 
Toh masih ada waktu buat memperbaiki, Nihaiy…
Nah, kesalahan sekali jangan terulang lagi…

Jadi.. Ga banget kalo setress n mewek cuma karena salah pilih jawaban
“Ahhh…. Jawabanku salah satu ternyataaaaa… Gimana nih? Nanti aku rosib gimanaaa???!!!”
Hihi… Hello, ada yang punya sumpel telinga ga? 😉

Ini bukan note sindiran yah ceman2… Alhamdulillah semua temen2 -maasyaAllah- tegar sama hasil ujian yang mungkin beberapa hari yang lalu rada ‘ehm’ gitu…

Ini cuma sekedar tuangan perasaan seorang Nemy…
#waduh judule curcol dong

Bukan curcol jugaaaa -_- tapi hanya bentuk motivasi diri.

Aku selalu bilang “Ngomong itu lebih gampang dari kenyataannya”, tapi apa salahnya ngomong sama diri sendiri selama itu bisa membuat kita lebih semangat… Bukankah kita dianjurkan untuk saling menasehati? So menasehati diri sendiri ga papa toh… 😀

#panjanglebarrr

 

Sampingan

Semua Berhak Gagal

unduhan (3)“Gagal”, ada apa dengan kalimat satu ini? Dan kenapa setiap orang dibikin gentar olehnya? Bukankah setiap orang berhak mencicipu kegagalan? Apa salahnya?

Kata “gagal” jangan pernah kita jadikan makanan pokok atau cemilan favorit. Tapi setidaknya anggaplah kegagalan seperti cabe setan, kadang ga sengaja kegigit, kepedesan, cari air, minum, selesai. Itu akan membuat kita lebih hati-hati lagi…

Dan, kegagalan ga pernah menjanjikan ga akan mengganggu orang yang tekun bukan? Tiap orang berhak merasakannya. Dan tiap orang berhak mencari jalan untuk menghindarinya, tapi kalo ternyata masih ketemu juga, ya alhamdulillaah ‘alaa kulli haal…

Sedih karena gagal itu wajar, bertekad menjauhi kegagalan juga harus, karena kita ga boleh jadi orang bermental gagal…

Kegagalan itu bukan gerbang akhir sebuah perjalanan, tapi ia adalah ujian, kerikil kurang lebihnya. Yang perlu kita lakukan hanyalah mengalahkannya kemudian berlari untuk membuka pintu gerbang akhir, selesai. Menurutku, ga pernah ada kegagalan abadi, yang ada hanya orang-orang yang menyerah sebelum berhasil, padahal mungkin sukses tinggal sejengkal lagi darinya, oh, sayang sekali.

Gagal, kata ini menurut opini aku adalah rasa tidak puas atas pencapaian yang kita raih. Bisa jadi karena ga nyempe target atau ga bergunanya usaha yang udah kita lakukan selama ini. Well, intinya rasa kecewa pada diri sendiri. Dan anehnya banyak kejadian orang yang mengatakan seseorang itu gagal, padahal dia ngerasa biasa aja tuh, karena emang segitulah target yang ia pasang. Atau kebalikannya, seseorang setres dan mengatakan dirinya gagal, padahal menurut orang lain dia udah bagus tuh pencapaiannya, oh, mungkin karena si orang lain itu ga bisa mencapai apapun.

Aku, sebagai seorang pelajar yang ga bisa dibilang berprestasi sering merasakan kegagalan. Dan apa sih yang harus kita lakukan? Apa gunanya berlarut dalam kesedihan atau bahkan jadi down abis-abisan? Apakah semuanya bisa bikin fakta berbalik? Ga, ga ada kisah hidup yang kaya Doraemon.

Sebenernya dengan kegagalan kita bisa membuktikan kepada Allah, diri kita sendiri, dan orang-orang di sekitar kita, seberapa kuat hati yang kita miliki, seberapa banyak cadangan ketegaran yang kita punyai, dan seberapa tekun kita untuk bangkit dan terus berjuang lagi.

Jangan menyerah, atau dengan kata lain, jangan mau digagalkan oleh kegagalan. Sudah culup ia memporak-porandakan kamu saat ini, dan jangan biarkan ia menghalangimu untuk bangkit.

Berjuang, teruslah berjuang dan berusaha, untuk dirimu tentunya, dan untuk orang-orang yang kamu cintai. Move on itu tidak mudah, tidak semudah ketika aku menekan keyboard  dan menuangkan apa yang memenuhi kepalaku, simak curcolanku di postingan yang akan datang yuks, insya Allah 🙂