Long Live Education, tak ada kata terlambat… Ganbatte!

Posts tagged ‘Hati’

Gambar

Ijinkan Aku tuk

Postingan aku sebelumnya selalu berkaitan dengan motivasi dan opini-opini aku mengenai hal-hal di sekitarku. Tapi tak dapat dipungkiri yah, ternyata seorang aku punya perasaan juga terhadap cinta, dan banyak juga menuliskan tentang hal yang satu ini. Karena ingin jadi penulis profesional sejak dulu #cieh elaah, makanya sekarang aku beraniin deh mempublikasikan tulisan-tulisan aku tentang cinta. Dan ternyata disinilah begitu kentara sisi melankolisku #cihuii. Yak.. Selamat menikmati, selamat tertawa, selamat menangis (ngapain coba..?). Cekidott…

Ijinkan akutuk memperinci semua perasaan ini.
Ijinkan aku tuk mengatakan “Aku ingin memilikimu, aku takut kehilanganmu.”
Ijinkan aku tuk meminta maaf, bahwa kau bukan orang pertama yang memasuki hatiku, yang membuat hatiku berbinar aneh… Tapi kamu adalah orang pertama yang membuatku  merasa seperti ini, membuatku merasa begitu tenang dan aman… Kau adalah orang pertama yang ku harap mau menjadikanku yang terakhir dalam hatimu, yang mau menerima aku apa adanya… Aku yang penuh kekurangan ini…

Aku bukan siapa-siapa untukmu, dan kamupun bukan siapa-siapa untukku, setidaknya hingga detik ini, setidaknya hingga saat itu tiba…

Kita, walaupun tak saling mengenal, walaupun jauh di mata jauh di hati, tapi entah mengapa kali ini hatiku tak bisa lagi membohongi, aku selalu berharap kali ini  Allah menganugerahkan perasaan ini untuk orang yang tepat, untuk orang yang memang dilahirkan untukku, dilahirkan untuk menemaniku mengarungi kehidupan yang baru, kehidupan penuh misteri tapi penuh misi Illahi…

Orang yang memang dilahirkan  untukku, untuk mendampingi kehidupan dunia dan akhiratku kelak…

Aku tahu rasa ini tidak seharusnya tumbuh sekarang, aku tahu akhirnya fitnah yang kita takutkan pun menimpaku sekonyong-konyong…

Tapi berjanjilah, kau akan datang untukku, datang untuk benar-benar manjemputku tuk hidup bersamamu…

Berjanjilah kau benar akan datang dan membebaskanku dari kekang yang membelenggu jiwaku…

Berjanjilah kau takkan membuatku sakit sebagaimana orang-orang yang dahulu, berjanjilah untuk menjadi yang pertama dan yang terakhir dalam hidupku, dalam hidup kita kelak…

Berjanjilah kau akan menjadi pendampingku dan mencintaiku karena-Nya, membimbingku kedalam  surga-Nya…

Janji yaaa…15219_542183722489485_1361599078_n

Jakarta, 19042013

Kisah di balik catatan ini sangatlah ‘panjang dan melelahkan’, kata seorang kawan yang kuperunyukkan puisi ini khusus baginya. Hehe

Jadi ini adalah kisah seorang wanita muslimah lulusan pesantren yang berusaha menjadi shalihah, sedang ingin menjaga hatinya, agar tidak dulu jatuh cinta, bahkan pada calon suaminya sendiri. Keduanya menanti hari yang indah itu segara tiba, hanya karena keduanya takut merasakan perasaan cinta yang belum seharusnya dirasakan.

Menunggu waktu halal selama setengah tahun, sementara hatinya sudah ‘separuh terpaut’ pada seseorang, tentu berbeda rasanya dengan para jomblowers yang sama sekali belum mengenal seorang priapun dalam hidupnya. Apalagi si ikhwan yang satu ini dikenalnya melalui proses taaruf. Yang semua kelebihan dan kekurangannya gamblang sudah di depan mata.

Yah, namanya juga hati. Setan tak akan diam membujuk hati seseorang. Nah, akhirnya saat tumbuh rasa-rasa itu, ia menuliskan isi hatinya. Ia ketik dengan rapi di file2 laptopnya, hingga tak ada yang dapat membacanya kecuali ia. Hatinya sedih mengapa harus goyah di hadapan fitnah yang satu ini.

Tapi akhirnya ia berusaha kembali menata hatinya, jangan lagi ada setitik cinta sebelum saatnya tiba. Bukankah memang seorang wanita seyogyanya menjaga kehormatannya, menjaga hatinya dari hal-hal yang menurunkan izzah dan kemuliaannya di hadapan semesta, dan Sang Pencipta?

Happy ending ga tuhh?? #bukan novel nihh