Long Live Education, tak ada kata terlambat… Ganbatte!

Posts tagged ‘musibah’

Sebar Sabar

Apakah Anda menjadikan sabar sebagai pilihan pertama? Atau malah yang terakhir?

Apa  sih sabar itu, bagaimana hakikatnya, kapan seseorang bisa dikatakan penyabar? Saya pribadi sering bingung menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas, karena emang kenyataanya saya ga ngerti banyak tentang devinisi si sabar ini.

Nah, karena penasaran, akhirnya saya buka Kamus Bahasa Indonesia #ciaahh, dan saya menemukan bahwa sabar adalah: Sikap menerima apa adanya, tak pemarah, tenang, tahan menderita.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata tentang hakikat sabar, “Sabar adalah meneguhkan diri dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, menahannya dari perbuatan maksiat kepada Allah, serta menjaganya dari perasaan dan sikap marah dalam menghadapi takdir Allah….” (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24) http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/hakikat-sabar-1.html

Jadi, sabar dalam agama Islam ga sekedar menahan marah sambil ngelus-ngelus dada. Tapi lebih luas daripada itu, sabar mencakup tiga hal; sabar dalam menghadapi takdir Allah (terutama musibah), sabar dalam ketaatan, dan sabar dalam menjauhi larangan Allah.

Ngomong-ngomong tentang sabar dalam menghadapi musibah, saya ingin kembali bertanya, apakah Anda menjadikan sabar sebagai pilihan pertama atau terakhir dalam hidup Anda? Jawabannya simpan saja dulu dalam hati Anda. Pasalnya banyak orang yang berkata ‘’Saya sudah cukup sabar’’ tapi ia masih aja mengeluhkan masalahnya. Ada lagi yang bentuk sabarnya adalah meninggikan suara mengatakan “Sabaarrrr, sabaarrrr…”  sambil ngelus-ngelus dada gitu deeehh…

Dan nyatanya. Sedikit sekali orang yang bisa mengambil opsi pertama –menjadikan sabar sebagai pilihan pertama-, kenapa? Mungkin karena manusia memang diciptakan sebagai pribadi yang mudah mengeluh. Padahal Allah telah menjanjikan banyak kebaikan loh buat orang-orang yang bersabar.

Firman Allah, “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).

Allah ta’ala juga berfirman kepada penduduk surga, “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).

Allah juga berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.” (QS. Al Furqaan [25] : 75).

Contoh gampangnya gini, hape kesayangan yang kita beli pake peluh usaha sendiri tiba-tiba ilang dicopet orang!! Apa yang Anda lakukan?

  1. Sedih, nangis mungkin (kalo cewek), ngedoain orang yang nyolong, setelah sehari dalam kegalauan, akhirnya sabar. “Sabaarrr, sabaarrrr” #sambil ngelus dada.
  2. Sedih (ini wajarlah), nangis (bisa jadi), tapi lebih memilih untuk ga mengeluarkan kata-kata buruk, bahkan bisa berpikir kalau seandainya hape itu ga dicopet mungkin bisa membahayakan dia, dan mengucapkan ‘‘alhamdulillaah ‘alaa kulli haal’’.

Nahloh, ga bisa dipungkiri hampir semua orang akan melakukan opsi pertama, menjadikan kesabaran sebagai pilihan terakhir, artinya, mau gimana lagi? Itu copet mau dikejer juga udah kejauhan, mau ngulang waktu lagi juga ga bisa, maka tidak ada pilihan kecuali satu; bersabar.

Bener ato bener??

Ga banyak yang bisa saya tuliskan mengenai sabar, tapi setidaknya simaklah baik-baik dua hadits berikut:

Dari Abu Yahya, yaitu Shuhaib bin Sinan r.a., Rasulullah s.a.w. bersabda: “Amat menakjubkan sekali keadaan orang mukmin itu, semua keadaannya itu adalah kebaikan baginya. Dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada melainkan hanya untuk orang mukmin saja, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, ia bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang apabila ia ditimpa oleh kesusahan, ia bersabar dan ini adalah merupakan kebaikan baginya.” (Riwayat Muslim)

Dari Anas r.a., “Nabi s.a.w. berjalan melalui seorang wanita yang sedang menangis di samping sebuah kubur. Beliau bersabda: “Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah!” Wanita itu berkata: “Menjauhlah dariku, kerana Anda tidak terkena musibah sebagaimana yang mengenai diriku dan Anda tidak mengetahui musibah apa itu.” Wanita tersebut diberitahu – oleh sahabat beliau s.a.w. – bahwa yang diajak bicara tadi adalah Nabi s.a.w. Ia lalu mendatangi pintu rumah Nabi s.a.w. tetapi di depan rumahnya tidak didapati penjaga-penjaga pintu. Wanita itu lalu berkata: “Saya memang tidak mengenai Anda – maka itu maafkan pembicaraanku tadi.” Kemudian beliau s.a.w. bersabda: “Kesabaran – yang sangat terpuji – itu hanyalah ketika musibah datang pertama kalinya.” (Muttafaq ‘alaih). Maksudnya adalah, sejak musibah datang pertama kali, bukan setelah berlalunya waktu.

Sekian celotehan saya tentang sabar, ga terlalu mendetail tapi semoga bermanfaat, dan semoga Allah menjadikan kita termasuk dalam barisan hamba-hamba-Nya yang bersabar.

Semoga kita juga bisa menerapkan kata sabar dalam tiga keadaan diatas, aamiin…

 

 

 

 GambarGambar

Iklan