Long Live Education, tak ada kata terlambat… Ganbatte!

Posts tagged ‘Waktu’

Tentang Waktu

Waktu, sebuah misteri yang tak dapat  dinalar oleh logika. Betapa sering kita merasa ia berjalan begitu lamban dan tak kunjung berganti. Di lain kali ia berlari begitu cepat bak mengejar mangsa yang tak terlihat.

Waktu, sebuah dimensi yang terus berputar, tak kenal lelah. Tik tok, tik tok, detik berlalu waktupun ikut pergi, milidetik terlewat maka waktupun terus berkurang, tak kenal toleransi, tak bersedia menunggu, begitu tegas dan egois.

Perasaanku  tentang waktu juga tak banyak berbeda dengan kebanyakan orang. Kadang begitu lambat, bahkan pada saat yang sama begitu cepat terasa. Kelak ingin rasanya mempelajari misteri yang satu ini, bagaimana sesungguhnya standar waktu internasional bagi setiap orang? Kenapa 24 jam yang dimiliki setiap orang terkadang serasa begitu jauh berbeda? Yang satu menyelesaikan banyak hal dalam satu tempo, tapi yang lain tak dapat menyelesaikan apapun dalam berkali lipat tempo tersebut.

Ngomong-ngomong tentang waktu, usia pernikahanku kini sudah 10 bulan, sedang memasuki bulan kesebelas, gak nyangka sebentar lagi pernikahanku mencapai umur satu tahun, insya Allah. Adapun usia kehamilanku sebentar lagi mencapai 38 minggu, alias sembilan bulan, yang artinya insya Allah aku akan segera menjadi seorang Ibu –oh my God-. Dan mau tak mau aku dan suami akan segera berganti titel, dari ‘mbak’ dan ‘mas’ menjadi ‘bu’ dan ‘pak’ –oh no-.

Nevermind, panggilan apapun gak masalah, toh menjadi ibu dan ayah adalah sebuah anugerah besar yang gak semua orang bisa merasakannnya, nikmat yang banyak orang lupa untuk mensyukurinya. Banyak orang yang sudah menikah bertahun-tahun tapi belum diberi kepercayaan untuk memiliki anak, atau sudah cukup usia namun belum dianugerahi jodoh oleh Allah, atau bahkan ada yang memiliki anak dengan cara yang tidak halal –na’udzu billaahi min dzaalik-. Alhamdulillah, selalulah bersyukur dan bersyukur karena sungguh Allah akan menambahkan nikmat apabila kita bisa mensyukurinya.

Adapun perasaanku mengenai kehamilan yang makin tua dan perut yang makin buncit ini gausah ditanya. Pastinya deg degan, pastinya penasaran, kira-kira bebi in the janin ini perempuan atau laki-laki? Mirip siapa? Dan kelak akan menjadi apa ya kira-kira? Harapanku dan suamiku sederhana saja; agar ia jadi anak yang shalih, mengerti agama, dan bermanfaat bagi umat manusia. Apapun profesi yang kelak ia jalani, apapun bakat yang ia kuasai, apapun hobi yang ia gandrungi, asalkan halal dan masih dalam koridor syariat, akan kami dukung, dan kewajibannya tetaplah berdakwah, menggunakan perannya dalam masyarakat untuk mengemban tugas dakwah kepada masyarakatnya kelak. Allahumma s tajib du’aa-anaa, aamiin…

Mengingat banyaknya kisah kelahiran berujung kematian di indonesia ini tentunya membuatku sedikit banyak merasa gentar. Mau tak mau ada rasa takut terselip dalam hati. Bagaimana bila aku mati saat melahirkan nanti? Bagaimana aku harus meninggalkan dua orang yang paling kucinta di dunia ini; suami dan bayi mungilku? Bagaimana bila aku tak bisa merasakan menggendong anak manisku walau barang sedetik? Yang bisa kulakukan kini hanya memohon kesehatan kepada Allah, semoga semua bisa berjalan dengan lancar, normal, dan sehat. Aamiin.

Cerita sedikit kali ya tentang aib diri sendiri, aku sampai saat ini belum bisa gendong bayi, hehe. Rasanya takut gitu, mungkin karena dah lama banget gak punya adek kecil dan gaada anak kecil yang bisa dijadiin kelinci percobaan, hehe. Kalau sekedar gendong aja gak bisa, apalagi mandiin dedek bayi coba… Tapi awali segalanya dengan bismillah, banyak juga temen-temen yang tadinya gak bisa tapi akhirnya bisa sendiri, istilahnya mah ‘naluri keibuan’ –ceilaah-. Sama halnya dengan masak kali ya, yang tadinya cuma bisa ngerebus air akhirnya bisa bikin masakan enak tnp takaran bumbu tertentu, itulah yang katanya ‘naluri kewanitaan’, haha. Betewe, masalah masak memasak juga aku jempol kebalik nih, lagi dalam masa-masa latihan, walopun kadang rasannya hampir ‘membunuh’ suamiku yang ngicipin, haha. Semoga aku bisa masak secepatnya dah, minimal masakin masakan-masakan kesukaan suamiku, muuah…

Sekarang kuliahku sedang cuti, dalam rangka menenangkan diri dulu, biar gak kecapekan, sekalian pindah ngontrak rumah ke lokasi yang lebih dekat dari tempat ngajar suami di Bogor. Jadi alhamdulillah gak perlu galau lantaran LDR lagi, hehe. Masalahnya jarak Jonggol-Jakarta itu jauh banget, gak kebayang aja harus nelpon suami malem-malem dan minta dia pulang lantaran udah mulai kontraksi, pastinya gak tega banget dah. Dengan begini kan insya Allah suami bisa siaga, bisa ngejagain aku di saat-saat menegangkan nanti. Allahumma sahhil lanaa umuuranaa…

Kita juga masih belum punya kesepakatan tentang nama anak kita. Padahal udah sejak enam bulan di perkirakan dokter anaknya perempuan, tapi sampai saat ini belum juga ada nama yang sreg di hati kita berdua, haha, gapapa deh, masih ada waktu sepekan lagi smpai akikah insya Allah…

Laki-laki atau perempuan sama saja, eh, bedalah, kalo laki ya ganteng kalo lagi pake peci,, sedangkan perempuan ya cantik kalo lagi pake jilbab. Maksudnya, mereka sama-sama berharga, sama-sama musti dididik dengan benar, dan penyejuk pandangan bagi Abah en Mamanya nanti <3.

Pengen sih punya anak kembar, tapi gak sekarang ini deh. Kenapa? Ngurus satu aja belum belajar, gimana kalo langsung dua? Hehe.  Jadi anak pertama satu aja dulu, nanti selanjutnya boleh deh kembar, biar hemat waktu dan hemat tenaga, hehe. Padahal kayaknya sama sekali gaada bakat gen kembar deh, tapi gapapa, minta sama Allah insya Allah dikasih :*

Hmm, jadi gak sabar pengen ketemu si kecil, kebayang keluarga pada dolan ke Bogor buat ngejengukin aku, so lovely banget deh bayanginnya <3.

Pesanku buat yang lagi berenang di dalem sana; baik-baik ya nak, yang sehat dan kuat, keluar tepat waktu, mudah insya Allah, trus juga kalo cegukan jangan lama-lama, Mama jadi gak tega sama kamu, terus juga kalo nendang jangan kenceng-kenceng, mamanya kesakitan nih, hehe. We waiting for you say, menanti saatnya dedek launching, semoga semuanya dimudahkan oleh Allah, aamiin…

Gambar